Mt. Ungaran 2050 mdpl
First Hiking (Pendakian Pertama)
06-October-2012
Aktivitas mendaki gunung masih baru saya kagumi
dan impikan beberapa bulan setelah lulus SMA. Setelah diterima di Jurusan
Sejarah Undip, semangat untuk merealisasikan mimpi itu pun muncul. Sebelumnya
saya berjanji dengan teman-teman satu angkatan untuk merencanakan sebuah
pendakian ke Gunung Ungaran. Gunung Ungaran sendiri memiliki ketinggian 2050
mdpl terletak di sebelah selatan kota Semarang, tepatnya di kabupaten Ungaran.
Hingga akhirnya
menemukan dua teman Iqbal Firmansyah dari sesama angkatan Sejarah 2011 dan
Faishal Hidayatullah dari Ilmu Perpustakaan 2011. Sebenarnya pada saat itu kami
bertiga tidak mempunyai dasar atau basic mendaki gunung dengan benar. Hanya bermodalkan
semangat mahasiswa saja kami memberanikan diri untuk berangkat.
Akhirnya sabtu siang
kami berkumpul di gedung Sejarah Undip, dengan logistic seadanya dan info dari
internet yang ala kadarnya petualangan kami pun dimulai. Dengan naik 2 sepeda
motor kami menuju Taman Wisata Bandungan kab. Ungaran. Dari Pom Bensin Lemah
Abang mengambil jalan ke kanan. Lurus dan menemui pasar Jimbaran. Setelah itu
di depannya persis terdapat gang menuju basecamp pendakian gunung Ungaran yang
biasa disebut penduduk atau mapala sekitar dengan sebutan Basecamp Mawar. Dari
basecamp Mawar motor kami dititipkan dengan biaya retribusi. Setelah
mempersiapkan tas dan barang –barang lainnya kamipun siap berangkat.

Dari basecamp mawar jalanan tidak begitu buruk. Masih berupa
tanah dengan batuan kecil dikelilingi dengan rumput ilalang dan pohon pinus
disebelah kanan. Setelah itu menjumpai mata air pada suatu tempat persegi atau
tandon yang lumayan besar pada sisi kanan jalan ketika berangkat. Jika tidak
berkabut, rumah-rumah yang berada di lereng gunung pun dapat terlihat. Setelah
itu akan dijumpai Pos II dimana kami melaksanakan shalat Dhuhur di sini.

Perjalanan dilanjutkan dengan
menelusuri hutan gunung. Kemudian dijumpai sungai kecil yang airnya masih
kelihatan bening. Suara air dan angin membuat sejuk suasana. Jalanan pun
terkadang menanjak, lalu kembali ke landai. Perjalanan dilanjutkan dengan
dijumpainya kebun kopi dan terdapat pula bak penampungan air yang menyerupai
kolam renang. Biasanya
para mapala mandi disitu.

Dari
kebun kopi terdapat pertigaan jalan. Jalur kekiri menuju puncak. Jalur lurus
kurang tahu menuju kemana. Tetapi menurut beberapa sumber, itu menuju ke
Babadan Ungaran. Yang harus diperhatikan saat perjalanan adalah tulisan atau
tanda arah menuju puncak. Biasanya terdapat pada setiap percabangan jalan.
Perjalanan dilanjutkan dengan terhamparnya kebun teh yang sangat luas. Terdapat
percabangan jalan. Kalau kekiri langsung menuju puncak. Jika lurus menuju ke
dusun Promasan.
Biasanya para mapala atau pendaki Gunung
Ungaran sering menginap di dusun ini untuk beristirahat sembari menunggu waktu
memuncak yang biasanya dilakukan dini hari.
Kami bertiga dengan info sekadarnya akhirnya
memutuskan untuk langsung ke puncak gunung Ungaran tanpa menginap terlebih
dahulu. Sempat bertemu dengan pendaki lain dari FISIP Undip yang menyempatkan
untuk berfoto bersama.

Kami bertiga memutuskan mengambil jalur kekiri untuk langsung
menuju puncak. Jalanan pun masih sama bebatuan kecil dan disebelah kiri-kanan
masih terhampar luas perkebunan teh. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan
memasuki hutan gunung. Jalanan pun mulai berubah menjadi batu-batu yang cukup
besar dan terjal. Kemudian akan dijumpai pos terakhir dimana kami singgah
disitu untuk menunggu hujan reda. Setelah itu dilanjutkan dengan bebatuan yang
amat besar dan licin untuk didaki. Setelah melewati dataran yang cukup landai
kami bertiga memutuskan untuk shalat Ashar dan makan bekal yang dibawa.
Akhirnya dengan rasa ketidak percayaan kami berhasil menuju puncak gunung
Ungaran pukul 19.30 malam hari. Dari atas puncak malam hari bisa dilihat
lampu-lampu rumah serta mobil dan aktivitas kota yang padat. Setengah jam
berada di puncak kita memutuskan untuk kembali turun.
Sebenarnya sangat aneh
ketika kami bertiga sampai puncak pada malam hari. Tidak menginap. Tak
mendapatkan apa-apa. Dan tanpa persiapan. Tetapi inilah pengalaman pertama.Pengalaman
pertama untuk menuju pengalaman-pengalaman hebat selanjutnya. Terima kasih bagi yang
sudah membaca. Kami mendokumentasikan perjalanan ini dalam bentuk slide picture
maupun video berdurasi pendek yang bias disaksikan di Youtube. Tetap semangat,
dan kejar mimpimu. Salam Ransel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar